
SMK Gonzaga Mbay, Kabupaten Nagekeo, kembali meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui kegiatan pengembangan profesional guru yang dilaksanakan pada 5–6 Januari 2026 di SMK Gonzaga Mbay. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengelolaan Kelas yang Humanis dan Bermakna melalui Inkuiri Kolaboratif dan Pemetaan Gaya Belajar Peserta Didik dalam Semangat Persaudaraan Kasih Damai (PKD) dan Profil Pelajar Pancasila.”
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan belajar bersama bagi seluruh guru SMK Gonzaga Mbay dalam merancang pembelajaran yang selaras, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, khususnya dalam menyiapkan perangkat ajar semester dua yang terintegrasi dengan Teaching Factory (TEFA) dan unit produksi sebagai kekhasan pendidikan vokasi.
Seluruh narasumber dalam kegiatan ini berasal dari internal sekolah, sebagai wujud kemandirian dan budaya belajar kolaboratif. Kepala Sekolah, Br. Viktor London, CSA, dalam pengantarnya menyampaikan tujuan kegiatan, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan kelas yang bertumbuh, yaitu kelas yang manusiawi, dialogis, dan menghargai keunikan setiap peserta didik.

Dalam sesi tersebut, Kepala Sekolah juga memberikan pengantar tentang pembuatan rubrik pemetaan gaya belajar peserta didik berdasarkan empat tipe manusia, serta memandu perumusan poin-poin akreditasi yang menjadi dasar dalam penentuan kebijakan sekolah dan penguatan mutu pembelajaran ke depan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Inosensia Rek Anere, S.Pd, memaparkan materi singkat tentang Inkuiri Kolaboratif. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran membutuhkan proses belajar bersama antar guru melalui refleksi, dialog, serta penyelarasan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan asesmen yang bermakna.

Melalui rangkaian penyelarasan CP, TP, asesmen, serta penyusunan perangkat ajar semester dua, para guru diarahkan untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan konteks nyata dunia kerja melalui TEFA dan unit produksi, tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan karakter Profil Pelajar Pancasila dalam semangat Persaudaraan Kasih Damai (PKD).
Sebagai buah refleksi bersama, seluruh peserta merumuskan resolusi kegiatan:
“Pembelajaran selaras dan berpusat pada peserta didik melalui penguatan perangkat ajar berbasis TEFA dan unit produksi.”
Melalui kegiatan ini, SMK Gonzaga Mbay Nagekeo meneguhkan langkah bersama untuk terus membangun budaya sekolah yang kolaboratif, profesional, serta berlandaskan Kasih dan Damai, demi pertumbuhan peserta didik secara utuh dan berkelanjutan. (BVC)




