
Puskesmas Kota Mbay
melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang wabah Demam Berdarah (DB) pada tanggal 6 Februari 2026, bertempat di halaman sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus Demam Berdarah di Kota Mbay, di mana saat ini sudah terdapat beberapa warga yang terjangkit wabah tersebut. Situasi ini menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan langkah pencegahan dan edukasi sejak dini, khususnya bagi para siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Puskesmas Menyapa Sekolah”, yang bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Dalam sosialisasi tersebut, tim kesehatan dari Puskesmas Kota Mbay menyampaikan beberapa materi penting, antara lain:
- Pengertian Demam Berdarah
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering meningkat pada musim hujan karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
- Penyebab
Penyebab utama Demam Berdarah adalah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat air bersih yang tergenang seperti bak mandi, ember, kaleng bekas, ban bekas, dan tempat penampungan air lainnya.
- Dampak
Demam Berdarah dapat menyebabkan penurunan trombosit secara drastis, perdarahan, hingga kondisi syok yang membahayakan nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
- Gejala
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi mendadak selama 2–7 hari
- Nyeri kepala dan nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Mual dan muntah
- Muncul bintik-bintik merah pada kulit
- Mimisan atau gusi berdarah pada kondisi tertentu
Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
- Cara Mengatasi dan Mencegah
Pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam memutus rantai penyebaran. Puskesmas menekankan gerakan 3M, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin
- Menutup rapat tempat penampungan air
- Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air
Selain kegiatan sosialisasi, para petugas kesehatan juga melakukan peninjauan langsung ke toilet sekolah putera dan puteri serta asrama putera. Dari hasil kunjungan tersebut, petugas memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah dan asrama.

Petugas mengingatkan seluruh warga sekolah untuk semakin peduli terhadap kebersihan, terutama dalam mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Secara khusus kepada warga asrama, diberikan penekanan agar memperhatikan kerapian kamar, kebersihan kamar mandi, serta dapur asrama. Pakaian yang bergantungan tidak teratur, kamar mandi yang kurang bersih, dan dapur yang tidak rapi dapat berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman maupun nyamuk.

Pihak sekolah menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas inisiatif dan perhatian Puskesmas Kota Mbay terhadap kesehatan anak-anak sekolah. Kegiatan ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Melalui kerja sama antara Puskesmas, sekolah, dan seluruh warga asrama, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sehingga Kota Mbay dapat terhindar dari penyebaran wabah Demam Berdarah (BVC)




